Jumat, 04 Desember 2015

Raja Sedekah


perkenalkan orang ini. namanya husen khusaeri, pedagang gilo-gilo atau pedagang buah potong dan gorengan keliling di semarang. penghasilannya rata-rata 50 ribu sehari. tempat tinggal masih kontrak. hidupnya pas-pasan bersama istri dan dua anak. tapi tuan, husen khusaeri bukan sosok biasa. dia berhati emas. setiap usai shalat jumat, dan setiap habis shalat dhuhur tiap hari, dia menyedekahkan dagangannya ke jamaah masjid di kawasan gergaji. "siang hari kan panas sekali. buah segar tentu cocok untuk dibagikan ke para jamaah. gorengan juga bisa sedikit mengobati lapar," kata pria berusia 40 tahun itu. para jamaah, terutama anak-anak, pun sukacita menyambut sedekahnya. "buahnya enak dan selalu segar. ada semangka, melon, nanas, pepaya," kata seorang bocah. 

saban jumat, husen khusaeri merelakan ratusan ribu duit dari keringatnya sendiri untuk belanja buah segar di pasar dan gorengan. saban jumat, jamaah masjid lebih banyak sehingga dia harus merogoh kocek lebih dalam dibanding hari biasa. belakangan, beberapa orang mengapresiasi sedekah ala husen khusaeri, dan menitipkan uangnya ke dia untuk dibelikan buah dan ikut dibagikan gratis kepada jamaah masjid. "saya senang ada warga yg menitip sedekah ke saya, karena akan semakin banyak jamaah yang ikut menikmati buah dan gorengan," katanya. dari hasil menyisihkan keuntungan harian, husen khusaeri menabung. "cita-cita saya suatu ketika nanti ingin berangkat umroh bersama istri," ujarnya penuh harap.

tuan setya novanto, bagiku husen khusaeri yang miskin lebih pantas dipanggil YANG MULIA ketimbang anda yang berkuasa dan kaya raya tapi...... #KisahInspiratif

Tips Aman di Angkot

Hati hati keluarga anda saat menggunakan sarana angkutan umum.
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh.
PERAMPOKKAN TERHADAP PUTRI SAYA DI ANGKOT KWK 19 PADA KAMIS 5 NOPEMBER 2015.

Semoga peristiwa ini menjadi perhatian buat kita semua, terutama yang punya putra putri menggunakan transportasi umum atau Angkot.
17:11 Anak saya Nurul Madiniyah pulang dari UI-Depok naik angkot KWK T19 dari Halte UI tujuan Pomp Bensin Jalan Baru Kampung Rambutan. Di dalam angkot sudah ada beberapa penumpang termasuk 2 laki-laki yg ternyata perampok. Nurul duduk di ujung bangku. Ada perasaan tidak enak karena Angkot KWK T19 tersebut kaca jendelanya Gelap.
Sampai daerah Rindam ada satu penumpang karyawati naik tujuan terminal Kampung Rambutan. Akan dijemput keluarganya. Karyawati tersebut bernama Yanis.

17:35 an Sampai Pasar Rebo beberapa penumpang turun dan mendekati Pomp Bensin satu orang turun lagi. Penumpang tinggal Nurul, Yanis dan Dua laki-laki yang ternyata Perampok.

17:40 Angkot mendekati Pomp Bensin Jalan baru Rambutan, Nurul bergerak teriak Kiri Pak!. Tetapi begitu kagetnya ternyata angkot tidak berhenti dan dua orang laki-laki yang diangkot dengan cepat menutup pintu dan menodongkan pisaunya ke leher Nurul dan Yanis, sambil memerintahkan duduk di bawah/bukan kursi. Sehingga tidak bisa melihat keluar. Mata ditutup pakai ikat dan kedua Perampok berkomunikasi dengan Supir dengan Bahasanya. Mereka memasuki Tol arah UKI.
Disepanjang jalan, angkot berputar-putar, Nurul tasnya di geledah. Laptop, Hp, Uang Cash dan dua kartu ATM diambil. Lalu perampok tersebut menanyakan Pin ATM. Oleh Nurul dibohongi no PIN nya, perampok tsb minta di sebutkan ulang berapa kali no PIN ATM. Alhamdulillah 3X sebut tidak berbeda dengan yang awal, sehingga perampok percaya. Kemudian perampok merampas cincin emas Nurul dan minta menanggalkan Jilbab. Termasuk kepada Karyawati yang bernama Yanis mengambil dua buah HP dan uang cash.
Sepanjang jalan diputar-putar dengan kondisi mata ditutup, Nurul berusaha tau posisi Angkot dari masuk tol supir ngobrol dengan teman2 nya yang di luar angkot, suara tiang pancang di dekat TMII, putaran mobil di jalan Pinang ranti. Sempat mengintip tapi ujung pisau langsung ditempel di mata. Kalo ngintip matanya mau dicongkel.
Sempat mereka berbicara mau membawa Anak saya dan korban lainnya ke Rumahnya. Karana pertolongan Allah tidak terjadi. Antara ke dua Perampok dan Supir ngobrol dengan bahasanya***.

19:30 Nurul dan Yanis diturunkan di daerah Cipayung (TMII lewat dikit). Turun dan dilarang menengok, kalau menengok akan dikejar dan ditusuk. Karena gelap dan sepi korban berdua tidak berani menengok dan tidak sempat melihat no polisi angkot tsb.
Dalam keadaan bingung, lewatlah Taxi Blue Bird yang akan pulang ke Pool Taxi di Cipayung. Taxi berhenti melihat anak perempuan dikegelapan. Lalu Nurul dan Yanis cerita kejadiannya. Oleh supir Taxi Blue Bird dianter ke Polsek Cipayung, dan Polsek Cipayung menginstruksikan lapornya ke Polsek Ciracas.

Lalu supir taxi blue bird lapor ke Pool mau anter Nurul dan Yanis ke Polsek Ciracas dan meminjamkan HP nya untuk menelpon saya. Akhirnya Supir taxi menggunakan motornya menganter Nurul dan security pool juga menggunakan motornya mengantar Yanis ke Polsek Ciracas. Semoga Allah memuliakan Supir taxi dan security blue bird Cipayung. Saya melaju dari Jatimakmur ke Polsek Ciracas sambil hub teman Perbakin untuk tau nomer dan letak Polsek Ciracas.
Di Polsek Ciracas proses lapor kejadian hingga jam 24:00 malam. Sepulang laporan kami menelusuri jalan tempat terjadinya perampokan serta sudut-sudutnya melihat cctv berada.
Yang terlewati, dalam proses lapor berita kejadian kami tidak diberikan lampiran bukti lapor. Saya bersama teman perbakin minta bukti lapornya pada hari Minggu 8 Nopember 2015. Seharusnya bukti lapor diberikan diminta ataupun tidak diminta.

15 Nopember 2015 saya minta dikirim surat SP2HP nya. Di SP2HP penyidik ada dua yaitu Pak MUGI PRIYOGI dan Pak SUNIK SANTO. Info dari Penyidik P. Sunik sedang kerjasama dengan Resmob polda metro jaya.
18 Nopember 2015 surat SP2HP sampai ke Rumah.
23 Nopember 2015 saya bersama saudara ke Polres Jakarta Timur menceritakan kepada Kabagops AKBP Sumarman. Lalu kami ke Polsek Ciracas kembali menanyakan perkembangannya kepada Penyidik. Sempat kami hubungkan telpon antara Polres Jakarta Timur Pak Sumarman dan Pak Sunik agar ditangkap pelakunya.

2 Desember 2015 Pulang kerja saya dapat informasi dari Nurul putri saya, bahwa setelah kejadian 5 Nopember 2015 perampokan di Angkot KWK T19, ternyata kejadian serupa tgl 9 Nopember 2015 Mahasiswi UI  bernama TAZKIA DARA AYUNDA di Angkot KWK T19 juga. Kejadiannya ketika dari halte UI menuju kampung Rambutan tepatnya di jalan baru. Ketika tinggal sendiri Tazkiya minta turun tetapi pintu Angkot langsung ditutup dan tidak berhenti. Setelah barang-barang dikuras Tazkia diturunkan di terowongan dekat Terminal Kampung Rambutan. Berita kejadian 9 Nopember 2015 Tazkia telah disebar di Medsos.
Kejadian beberapa hari kemudian di Angkot lain ,korban ditodong hingga diperkosa. Korban sempat melihat nomor mobilnya.

Semoga kejadian ini membuat kita tambah waspada sensitive terhadap lingkungan dan tertangkap pelakunya. Saya masih monitor perkembangan berikutnya semoga pelakunya cepat tertangkap.
PERLU KEHATI HATIAN
1. Ketika naik angkot duduklah dekat pintu keluar. Jangan duduk di area yg tidak bisa bereaksi atau keluar cepat.
2. Jangan duduk disamping Supir, karena bisa diserang dari belakang oleh pelaku.
3. Untuk wanita jangan naik angkot kosong atau hanya ada laki-laki saja.
4. Jangan naik angkot yang kacanya gelap.
5. Turunlah ketika penumpang sebagian turun dan tinggal beberapa laki-laki.
6. Waspadalah ketika dadakkan ada rombongan laki-laki naik ke angkot.
7. Waspadalah bila ada penumpang laki-laki duduk di pinggir pintu keluar padahal didalam ada bangku kosong.
8. Lengkapilah senjata sederhana untuk beladiri ketika di todong atau di curi paksa. Contoh dengan semprotan merica, semprotan karburator, pensil tajam, Spray parfum dan lain-lainya.
9. Waspadalah bila ada yang menutup semua jendela di posisi jauh dari dia.
10. Waspadalah ketika angkot sudah berisi beberapa penumpang, angkot tersebut tidak mengambil penumpang lain dan jalannya cepat.
11. Area jalan baru sampai terminal Kampung Rambutan daerah yang perlu dihindari, terutama terowongan. Walau sudah diantisipasi dengan tambah penerangan.
12. Perlu di informasikan ke family anda untuk jaga-jaga kondisi dan tambahan idea dari anda semua.
Wassalam
Orang tua Nurul Madiniyah.

Ajaran seorang Ayah

Oleh : Murthada Kurniawan
DULU saya pernah tidak setuju dengan ayah saya yang menolong orang tanpa menyelidiki terlebih dahulu. Entah knapa ayah saya begitu mudahnya percaya pada orang-orang yang meminta tolong kepadanya, baik itu tenaga maupun materi, selama ayah saya ada atau mampu, dia pasti akan berikan pada setiap orang tanpa pandang bulu. Sampai-sampai tabungan yang sebenarnya dia tujukan untuk pergi hajipun habis dia berikan kepada orang-orang yang meminta bantuan materi kepadanya.
Pernah saya bertanya pada beliau, “Ayah kan belum pernah naik haji, mengapa ayah korbankan tabungan haji ayah untuk orang-orang yang ayah tidak tahu apakah mereka benar-benar membutuhkannya atau cuma menipu. Beliau menjawab “Nak, selama kita menganggap orang lain itu baik, maka pertolongan yang kita berikanpun akan dianggap baik oleh Allah. Masalah ibadah haji, Insya Allah, Allah akan menggantinya nanti buat ayah. Seandainya tidakpun, sebenarnya rasa yang ayah rasakan saat kita mampu menolong orang yang membutuhkan itu saja sudah sangat cukup membahagiakan ayah, membuat ayah sangat bersukur kepada Allah”.

Saat itu saya masih memprotesnya, “Tapi ibadah haji itu kan wajib bagi yang mampu, sedangkan ayah bukan tidak mampu, tapi ayah tidak mau mampu. Seandainya ayah sungguh-sungguh mengumpulkan uang ayah tanpa harus mengganggu gugatnya lagi meski ada yang butuh bantuan, bilang saja tidak ada uang, kalau uang yang ada hanya uang tabungan haji. Kalau ayah memanajemennya dengan baik, dan membagi-bagi harta yang ayah miliki pada pos-post yang sudah ayah tentukan sebelumnya, tentu ayah tidak harus sampai mengorbankan tabungan haji ayah” kataku setengah berteriak.

Dengan sabar ayahku menjawab “Ayah doakan suatu saat kamu akan mengerti bahwa ibadah itu tidak harus dipaksakan dengan mengorbankan hak-hak orang lain. Yang paling utama, ayah tidak mengorbankan hak-hak ibumu dan anak-anak ayah untuk hidup cukup dan mendapat pendidikan sampai kamu dapat berdiri sendiri”.

Setelah ayah meninggal, sempat terselip penyesalan mengapa ayah tidak mendengar kata-kataku, dan yang terjadi sekarang yang ayah wariskan cuma rumah kecil dan beberapa barang sederhana, sedangkan adikkku ada yang masih kecil.

Hal pertama yang menghiburku adalah banyaknya pelayat yang mengiringi ayah ke kuburan. Orang-orang di jalan yang melihat iring-iringan pelayat menyangka yang dimakamkan adalah pejabat. Tak perlu menunggu lama, banyak orang-orang berdatangan dan dulu mengaku pernah dibantu oleh ayah, karena mereka sekarang sudah sukses, merekapun memberi bantuan kepada keluarga kami.
Bahkan ada yang menawarkan pekerjaan kepada anak-anak ayah yang ingin bekerja. Kami menolaknya dengan baik-baik. Uang bantuan yang tidak seberapa itu kami jadikan modal awal suatu usaha kecil-kecilan. Ternyata usaha kami berkembang sangat cepatnya karena lebih banyak lagi orang2 yang merasa pernah ditolong ayah, membantu usaha kami.

Dan setiap saya atau adik-adik saya melakukan suatu urusan atau bepergian keluar kotapun, hampir bisa dipastikan kami bertemu meskipun tidak secara sengaja dengan orang-orang yang mengaku mengenal ayah kami. Dan begitu tahu bahwa kami anak ayah, maka kemudahan-kemudahanlah yang kami dapat dari mereka.

Saat ini dari hasil bisnis keluarga yang berkembang pesat saya sudah menghajikan almarhum ayah saya dan kami sekeluargapun sudah haji. Ayah saya memang mungkin semasa hidupnya tidak pernah melihat Ka’bah secara langsung, tapi beliau mendapatkan pahala hajinya. Ini membuat saya teringat kata-kata beliau bahwa Insyaallah , Allah nanti akan menggantikan haji ayah.

Ayah mungkin tidak pernah bersimpuh di Masjid Haram dan Nabawi, tapi ayah membuat bersimpuh hati ribuan orang yang ditolongnya. Semua kebaikan ayah, kamilah anak-anaknya yang menuainya, menikmati hasilnya di dunia. Dan saya yakin ayah menuai hasilnya di akherat. Ayah kami memang tidak mewariskan harta yang banyak, tetapi beliau mewariskan kepada semua orang kebaikan yang banyak. Dan karena kebaikan itulah kami hidup dihormati dan disayangi oleh orang2. Dalam hati saya berjanji saya akan meneruskan sikap dan sifat ayah saya dan kulihat bayangan ayah tersenyum saat ku Wukuf di Arafah.
Sumber: islampos