Jumat, 04 Desember 2015

This is mother

IBU adalah seseorang yang paling layak kita muliakan. Betapa tidak, semua orang telah tahu bagaimana seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, menjaga, mendidik, menyayangi, melindungi, dan memenuhi segala yang kita butuhkan sejak kita masih dalam kandungannya, hingga kita dewasa.
Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu selalu menyayangi anak-anakanya dan selalu beraharap kebahagiaan mereka. Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu rela berkorban demi kebahagiaan anaknya. Namun ketika dewasa dan telah berkeluarga, banyak di antara kita yang malah lupa dan mengabaikan ibu kita. Banyak di antara kita yang setelah dewasa menjadi durhaka kepada ibu dan malah takut kepada istri.
Apabila yang demikian itu telah terjadi, maka sesungguhya ini adalah tanda-tanda hari kiamat, yaitu ketika seseorang durhaka kepada ibunya dan lebih dekat serta takut kepada istrinya untuk melawan dan mendurhakai ibunya atau ayahnya sendiri. Fenomena ini sudah terjadi dewasa ini.
Seringkali kita melihat, ada seorang ibu tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris tak pernah dijenguk atau dikunjungi oleh anak-anaknya. Padahal, anak-anak dan menantunya hidup enak dalam kemuliaan, kemudahan dan kekayaan.
Pada saat itu, andai ibu atau ayah tinggal bersama anak-anak mereka, kehidupan orang tua ini tidak akan mendapat perhatian atau perawatan, seperti yang diberikan anak-anak mereka kepada orang lain.
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fai’) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka terhadap ibunya, dan seseorang lebih dekat kepada temannya daripada ayahnya sendiri,” (HR. Tirmidzi. Mata rantai periwayatan hadits ini lemah). 



Sumber: islampos.com

Mie ayam bakso jumbo

hai guys para penikmat bakso jumbo yang ada di daerah tangerang maupun jakarta ada bakso jumbo yang recomended banget ni tepatnya di daerah tangerang jatake letaknya di sebelah supermarket aneka subur tepas di sebelah kanannya kalo gag bisa ketemu ngomong saja tempat bakso jumbo arema pasti di daerah situ orang pada tau dan mengerti,kalo masalah harga di jamin gag menguras kantong saya saja ketika datang pesen mie ayam bakso di tambah bakso jumbo minum air mineral dan teh botol di tambah kerupuk cuman habis Rp 50.000 rupiah.pengalaman saya dari berburu bakso jumbo sana sini ini murah dan enak dari pada yang di daerah kemayoran jika di daerah kemayoran yang jual kakek-kakek itu harga Rp.50.000 per porsi bakso jumbo dan dari segi rasa yang di kemayoran itu dagingnya kurang banyak yang banyak justru gajihnya tapi yang demayoran itu sudah lama saya tidak ketemu dan kemungkinan sudah tidak jual. kalo di sini pokoknya pas gag mengecewakan dan dari rasa mie ayamnya juga dijamin enak dah rasa seperti mie ayam jawa timuran yang terkenal dengan rempah-rempahnya saat pembuatan kuah mie ayamnya.terima kasih dan semangat mencoba kawan Salam ketemu lagi dilain kesempatam #salam penjelajah waktu





Kamis, 03 Desember 2015

WEJANGAN ALM. BOB SADINO (1933-2015)


inilah beberapa wejangan yang membuat kita termotivasi agagr kita lebih baik.
• Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.
• Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.
• Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.
• Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.
• Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.
• Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.
" Kosmetik bukan jaminan kecantikan"
• Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan.
• Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.
• Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan dan matahari” —dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.
• Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah "titipan sementara". Itulah kehidupan.
• Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu! Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, “Ini saatnya pulang!” —memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan.
Luar biasa!! Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua!