Rabu, 02 Desember 2015

Belajar Dari Uang Seratus Ribu

Seorang guru mengangkat uang 100rb rupiah di depan murid2 nya
Lalu ia bertanya "siapa yg mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda menginginkan utk mau..
Kemudian guru itu meremas uang 100rb itu dg tangannya dan kembali bertanya "sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangan mereka.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul2 kotor oleh debu ia berkata "sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja  seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya
"Inilah pelajaran kalian hari ini, betapapun kalian berusaha mengubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya. Bagaimanapun kalian di hinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan di fitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh. Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga diri kalian.
Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Silahkan direnungkan masing-masing peesan dari cerita di atas..
Semoga bisa bermanfaat...

Amazing Mosaic Stairs

Inilah keindahan tangga yang ada  di belahan dunia mungkin ini bisa jadi inspirasi di indonesia agar tangga lebih indah

Bahaya Lisan

Seorang mukmin yang hatinya senantiasa terkoneksi dengan Allah, tidak akan membiarkan lisannya berkata-kata tanpa batas, karena ia sadar bahwa setiap kata yang terucap dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. kelak di hari kemudian. Berdusta adalah sesuatu yang tak mungkin terlontar dari mulut seorang mukmin.
Ali ibn Abu Thalib berkata: “Dosa paling besar di sisi Allah adalah kedustaan, dan seburuk-buruk penyesalan adalah penyesalan pada hari kiamat.”
Jangan meremehkan dosa dari berkata dusta, sebab meski kata-kata itu sepele, bahaya dusta sungguh bisa menggelincirkan manusia dari jalan Allah. Bukankah manusia itu terpeleset karena sesuatu yang sepele? Dan perkataan dusta paling bahaya adalah berdusta atas nama Rasulullah Saw. Dikatakan dalam sebuah hadits, “Barang siapa berdusta dengan membawa-bawa namaku, maka bersiap-siaplah untuk menduduki tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari).
Orang yang suka berdusta itu sesungguhnya mendapatkan dua kali kerugian. Pertama, jika kebohongannya tidak diketahui, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan tercela ini. Kedua, jika kebohongannya diketahui orang lain, mereka akan kehilangan kepercayaan. Bahkan, kepadanya akan disematkan predikat pendusta atau pembohong.
selengkapnya di
http://www.smstauhiid.com/bahaya-lisan-bag-1/